
Peresmian sendiri dilaksanakan di gedung serbaguna Polda Bengkulu, Kamis (15/10), dihadiri oleh para kapolres beserta jajarannya yang ada di Provinsi Bengkulu.
Menurut Kapolda Bengkulu, dengan diresmikannya tribratanewsbengkulu.com, Polda Bengkulu dapat memberikan informasi yang berguna bagi pembaca, baik pembaca dari anggota kepolisian maupun pembaca masyarakat luas.
Selain itu, dapat memberikan berita yang update, baik yang terjadi di Polda Bengkulu maupun kejadian yang terjadi di wilayah Polres maupun Polsek yang ada di Provinsi Bengkulu.
“Media yang ada dari kita, dapat berguna memberikan informasi kepada semua kalangan,” jelas Kapolda.
Selain itu, Kapolda berpesan kepada masing-masing kapolres yang ada di Provinsi Bengkulu, untuk merangkul media partner yang ada di Provinsi Bengkulu.
Sehingga berita yang akan disiarkan ke media online dapat memiliki keseimbangan dalam pemberitaan dengan media lain yang ada.

“Setiap kapolres dapat merangkul media yang lain sehingga berita dapat seimbang,” imbau Kapolda.
Selain itu, kepada Bagian Humas Polda, Kapolda meminta, apabila membuat berita, dapat membawa cara berfikir masyarakat dalam membaca berita yang disiarkan, ke dalam hal-hal yang positif.
Sehingga tidak ada kesimpangsiuran yang terjadi nantinya di dalam masyarakat, sehingga membuat keadaan semakin memburuk.
Sedangkan di tempat yang berbeda, masih di dalam acara peresmian tribratanewsbengkulu.com, pihak Polda Bengkulu juga melakukan pelatihan operator media online yang dilaksanakan di aula Dermakerta Dit Lantas Polda Bengkulu.
Narasumber yang didatangkan adalah Iyud Dwi Mursito, Redaktur dan Korlip Harian Bengkulu Ekspress dan Reni dari media online bengkuluekspress.com.
Dalam kesempatan tersebut, Iyud Dwi Mursito, menjelaskan tentang teknik-teknik dasar dalam penulisan berita, seperti memperhatikan atau memasukan unsur 5W+1H ditambah piramida terbalik.
Unsur 5W+1H ini adalah what (apa), who (siapa), where (dimana), when (kapan), why (mengapa) + how (bagaimana).
Enam unsur itu kemudian disusun dengan mengacu pada format pemberitaan yang dikenal dengan istilah piramida terbalik yakni mendahulukan unsur terpenting dalam peristiwa yang ditulis, baru kemudian penjelasan yang tidak penting di bawah berita.
“Bila unsur tersebut telah ada, maka kita akan lebih mudah dalam membuat berita,” jelas Iyud.
Setelah memberikan materi, narasumber mengajak para peserta pelatihan untuk langsung memperaktekan apa saja yang telah mereka dapatkan/diterima dari narasumber, dimulai dari pembuatan judul hingga pengetikan sampai selesai.
Hasil praktek tersebut langsung dibahas bersama-sama untuk melihat apa saja yang masih kurang dalam pembuatan berita.
Sedangkan narasumber dari BE online Reni, pertama menjelaskan apa itu website, manfaatnya, jenis website itu sendiri serta lainnya, sehingga setelah mengetahui hal tersebut, maka akan bisa lebih cepat dalam membuat/memasukan berita di media online. Selain itu Reni juga menjelaskan mengenai tampilan desain dari Website yang ada pada media berita.
Setelah menjelaskan tampilan desain, bagi yang akan menggunakan/mengakses halaman tersebut diperlukan log in untuk mengisi username dan password. Setelah log in akan menemukan/masuk ke dalam dashboard atau halaman utama dari media tersebut.
“Didalam dashboar, kita akan melihat ada beberapa modul materi pokok untuk penulis/penyunting seperti post, media, comments dan profil,” jelasnya.
Seperti materi post memiliki 4 toolbar yang merupakan satu kesatuan, sangat berguna untuk membuat tulisan dan memposting artikel. Setelah mengetik tulisan post maka akan muncul toolbar berisi all post berita yang pernah ditulis, add new yaitu berita baru yang akan ditulis.
Selain itu akan muncul add media yang berguna untuk menyisipkan gambar. add link untuk menambah tautan.
“Ke-4 toolbar memiliki satu kesatuan sehingga dapat membuat berita dan menyampaikannya ke masyarakat,” jelasnya.
Setelah membuat berita dan telah diperiksa kembali, maka berita tersebut telah siap untuk di-sharing beritanya di sosial media. Sebab, penyebaran berita dari media online sangat erat hubungannya dengan sosial media.
Selain itu Reni juga menyampaikan, keunggulan dari banyaknya berita yang di-share ke media sosial sangat membantu dalam penyebarannya.